Di sini hanya ada cerita dari rutin kehidupan saya dan orang-orang yang ada sekeliling saya. Apa yang terpapar hanya bicara dari hati yang sekadar buat tatapan di masa akan datang. Tiada unsur menunjuk-nunjuk atau riak. Terpulang pada penerimaan masing-masing. Asalkan kita tidak memburukkan orang lain sudah!

Friday, 12 February 2010

DETIK2 PEMERGIANNYA


Salam Hari Jumaat
Pg nie nak share pulak cerita kisah "Saat-saat Kembalinya Rasulullah kepada Pencipta-NYA.. Amat terharu sekali membacenye.. Betapa Sayangnya Rasulullah pd Ummatnya. Untuk Renungan kite bersama. Hayatilah...

***************
Pagi itu, walaupun langit telah mulai menguning, burung-burung gurun enggan mengepakkan sayap. Pagi itu, Rasulullah dengan suara terbatas memberikan khutbah, 'Wahai umatku, kita semua ada dalam kekuasaan Allah dan cinta kasih-Nya. Maka taati dan bertakwalah kepada-Nya. Ku wariskan dua perkara pada kalian, Al-Qur'an dan sunnahku. 

Barang siapa mencintai sunnahku, bererti mencintai aku dan kelak orang-orang yang mencintaiku, akan masuk syurga bersama-sama aku.' Khutbah singkat itu diakhiri dengan pandangan mata Rasulullah yang tenang dan penuh minat menatap sahabatnya satu persatu.
 
Abu Bakar menatap mata itu dengan berkaca-kaca, Umar adanya naik turun menahan nafas dan tangisnya. Usman menghela nafas panjang dan Ali menundukkan kepalanya dalam-dalam. Isyarat itu telah datang, saatnya sudah tiba. 

'Rasulullah akan meninggalkan kita semua,' keluh hati semua sahabat kala itu. Manusia tercinta itu, hampir selesai menunaikan tugasnya di dunia. Tanda-tanda itu semakin kuat, tatkala Ali dan Fadhal dengan cergas menangkap Rasulullah yang berkeadaan lemah dan goyah ketika turun dari mimbar. Disaat itu, kalau mampu, seluruh sahabat yang hadir di sana pasti akan menahan detik-detik berlalu.
 
Matahari kian tinggi, tapi pintu rumah Rasulullah masih tertutup. Sedang di dalamnya, Rasulullah sedang terbaring lemah dengan keningnya yang berkeringat dan membasahi pelepah kurma yang menjadi alas tidurnya. 


Tiba-tiba dari luar pintu terdengar seorang yang berseru mengucapkan salam. 'Bolehkah saya masuk?' tanyanya. Tapi Fatimah tidak mengizinkannya masuk, 'Maafkanlah, ayahku sedang demam,' kata Fatimah yang membalikkan badan dan menutup pintu. Kemudian ia kembali menemani ayahnya yang ternyata sudah membuka mata dan bertanya pada Fatimah, 'Siapakah itu wahai anakku?' 
 
'Tak tahulah ayahku, orang sepertinya baru sekali ini aku melihatnya,' tutur Fatimah lembut. Lalu, Rasulullah menatap puterinya itu dengan pandangan yang menggetarkan. Seolah-olah bahagian demi bahagian wajah anaknya itu hendak dikenang. 

'Ketahuilah, dialah yang menghapuskan kenikmatan sementara, dialah yang memisahkan pertemuan di dunia. Dialah malaikatul maut,' kata Rasulullah, Fatimah pun menahan ledakkan tangisnya.
 
Malaikat maut datang menghampiri, tapi Rasulullah menanyakan kenapa Jibril tidak ikut sama menyertainya. Kemudian dipanggilah Jibril yang sebelumnya sudah bersiap di atas langit dunia menyambut ruh kekasih Allah dan penghulu dunia ini.
 
'Jibril, jelaskan apa hakku nanti di hadapan Allah?' Tanya Rasululllah dengan suara yang amat lemah. 'Pintu-pintu langit telah terbuka, para malaikat telah menanti ruhmu. Semua syurga terbuka lebar menanti kedatanganmu,' kata Jibril. Tapi itu ternyata tidak membuatkan Rasulullah lega, matanya masih penuh kecemasan.

'Engkau tidak senang mendengar khabar ini?' Tanya Jibril lagi. 'Khabarkan kepadaku bagaimana nasib umatku kelak?' 'Jangan khawatir, wahai Rasul Allah, aku pernah mendengar Allah berfirman kepadaku: 'Ku haramkan syurga bagi siapa saja, kecuali umat Muhammad telah berada di dalamnya,' kata Jibril.
 
Detik-detik semakin dekat, saatnya Izrail melakukan tugas. Perlahan ruh Rasulullah ditarik. Nampak seluruh tubuh Rasulullah bersimbah peluh, urat-urat lehernya menegang. 'Jibril, betapa sakit sakaratul maut ini.' Perlahan Rasulullah mengaduh. Fatimah terpejam, Ali yang disampingnya menunduk semakin dalam dan Jibril memalingkan muka. 


'Jijikkah kau melihatku, hingga kau palingkan wajahmu Jibril?' Tanya Rasulullah pada Malaikat pengantar wahyu itu. 'Siapakah yang sanggup, melihat kekasih Allah direnggut ajal,' kata Jibril. Sebentar kemudian terdengar Rasulullah memekik, kerana sakit yang tidak tertahankan lagi. '

Ya Allah, dahsyat nian maut ini, timpakan saja semua siksa maut ini kepadaku, jangan pada umatku. 'Badan Rasulullah mulai dingin , kaki dan dadanya sudah tidak bergerak lagi. Bibirnya bergetar seakan hendak membisikkan sesuatu, Ali segera mendekatkan telinganya 'Uushiikum bis shalati, wa maa malakat aimanuku', peliharalah sholat dan peliharalah orang-orang lemah di antaramu.'

Di luar pintu tangis mulai terdengar bersahutan, sahabat saling berpelukan. Fatimah menutupkan tangan di wajahnya, dan Ali kembali mendekatkan telinganya ke bibir Rasulullah yang mulai kebiruan.'Ummatii, ummatii, ummatiii?' - 
 
'Umatku, umatku, umatku' Dan berakhirlah hidup manusia mulia yang memberi sinaran itu. Kini, mampukah kita mencintai sepertinya? Allahumma sholli 'ala Muhammad wa baarik wa salim 'alaihi. Betapa cintanya Rasulullah kepada kita.

12 Ulasan:

Nida said...

Salam
Terima kasih kerana berkongsi info.. terbayang bagaimanakah saat kita di'jemput' kelak..

Ena said...

Kak Nida,
tu la kak, itu saat perginya seorang nabi yg maksum, yg dah tertulis syurga bg nya turut melalui kesakitan. Mcm maner pula klu kiter kelak kan!..

baincardin said...

thank you so much for sharing :)

Cik Anie said...

mmg tiap kali baca tiap kali tu la rasa nak terburai aormata..nak2 part Dia sebut..ummati (3X)..tapi tgk umat dia skrg ...mana yg selamat alhamdulillah.. mana yg hanyut.... nauzubillah

Ena said...

Bain,

:)

Ena said...

Cik Anie,
cam tu la kan cik anie..

iedaLUVsham said...

sedinya...sakitnya saat kematian..

~~~ kay ~~~ said...

salam,
entry yg bagus...

HAPPY CNY everyone!!!!
Hv a great holiday & for those driving back to their home town...remember! drive safely.
(^_^)

PuRpLeLiCiOUs LoVe said...

takut kan...huhuh macam mana la saat kita nanti....

MamaCira said...

baru je baca tg ni kat email ni semalam..
2 pekara bertaut dalam pikiran aku..
1. sangat sayang nabi kepada kita :(
2. sedangkan rasulullah merasa sakit yng teramat bila dijemputNya.. inikan kita.. :(

Ya Allah.. tempatkanlah Rasul kami di tempat terpuji sebagaimana yang telah Engkau janjikan & ampunilah dosa² kami....

IdzaLia said...

thank's for sharing...
lia suka baca cerita2 macam ni..

Mama Qaseh said...

Thanks for sharing..
Sma2 laa kita mengigati saat2 kematian yg akn dtg pd bila2 msa kan..
Santekkk laa rmh baru Ena nie..